Rabu, 16 November 2016

Peribahasa yang dimulai dari Huruf A

Peribahasa yang dimulai dari Huruf A
Peribahasa yang dimulai dari Huruf A

Dibawah ini, akan diberikan beberapa peribahasa yang semula bermulai dari Huruf A. Silahkan dibaca ya dan semoga bermanfaat dalam dunia pendidikan,

PERIBAHASA DENGAN KATA "ABU"
_________________________________________________________

#1. Berdiang di abu dingin.
       Artinya: Minta pertolongan kepada orang yang miskin/menderita. 

#2. Kalah jadi abu, menang jadi arang. 
    Artinya: Menang atau kalah dalam suatu perselisihan pasti merugi.

#3. Mengabui mata orang. 
       Artinya: Menipu orang lain. 

#4. Seperti abu di atas angin.
      Artinya: Menggantung diri kepada orang yang berkuasa. 

#5. Sudah jadi abu arang.
      Artinya: Telah rusak sama sekali.

#6. Terpegang di abu hangat. 
      Artinya: Kecewa karena baru mulai sudah mendapat kecelakaan.


PERIBAHASA DENGAN KATA "ADA"

_______________________________________________________________

#7. Ada udang di balik batu.
      Artinya: Mempunyai maksud tersembunyi yang tidak ditampakkan. 

#8. Ada air ada ikan.
      Artinya: Dimana kita tinggal di situlah kita mendapatkan rezeki.

#9. Asal ada kecilpun pada.
       Artinya: Kalaupun tak mendapat rezeki yang besar, yang kecilpun mencukupi pula.

#10. Waktu ada jangan dimakan, bila tiada boleh dimakan.
        Artinya: Berhemat-hematlah.

PERIBAHASA DENGAN KATA "ALAH"

_______________________________________________________________

#66. Alah membeli menang memakai.
         Artinya: Mahal sedikit barang tak apa, asal baik dan tahan dipakai.

#67. Alah bisa karena biasa.
         Artinya: Pekerjaan itu sekalipun sukar, tetapi kalau dikerjakan sungguh pasti dapat. 
ِ 
PERIBAHASA DENGAN KATA "ALAS"

_______________________________________________________________

#68. Di alas bagai memengat.
         Artinya: Kalau berkata pikirlah dahulu baik buruknya agar tak dicela oleh orang lain.

#69. Menjadi alas kubur.
         Artinya: Kita yang menanggung semua kejelekannya.
ِ 
PERIBAHASA DENGAN KATA "ALU"

______________________________________________________________

#70. Bagai guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan,
         Artinya: Jika sudah tidak berguna biasanya dibuang begitu aja.

#71. Bak alu pencukil duri.
        Artinya: Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sia-sia hasilnya.

PERIBAHASA DENGAN KATA "AMPANG"

__________________________________________________________

#72. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit.
         Artinya: Persaudaraan yang telah putus karena persengketaan dan tak mungkin dapat 
                         baik kembali. 
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "AMPAS"

_________________________________________________________

#73. Ambil sarinya, buang ampasnya.
         Artinya: Kerjakan perbuatan yang baik, buanglah pekerjaan yang jelek, yang 
                         merugikan orang lain.

PERIBAHASA DENGAN KATA "ANAK"

__________________________________________________________

#74. Anak dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan. 
         Artinya: Membereskan perkara orang lain, sedang urusannya sendiri dilupakan. 

#75. Anak sebatang kara.
         Artinya: Anak yang tak mempunyai sanak saudara. 

#76. Anak seorang penaka tidak.
         Artinya: Anak yang tidak punya sanak saudara.

#77. Anak cantik, menantu molek.
         Artinya: Seseorang yang sedang dalam kebahagiaan atau mendapatkan keuntungan 
                         yang sangat banyak. 

#78. Beranak tiada berbidan.
         Artinya: Seseorang yang kesusahan karena perbuatannya sendiri. 

#79. Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan.
         Artinya: Jika kita sayang akan anak harus kita marahi jika ia bersalah.

#80. Kecil-kecil anak, kalau besar menjadi onak.
          Artinya: Waktu masih kecil membuat hati senang, kalau sudah besar membuat 
                          kesusahan bagi kedua orang tuanya.

#81. Rusak anak oleh menantu.
         Artinya: Orang yang kita kasihi merusak harta benda yang kita berikan kepadanya. 

#82. Pandang anak pandang menantu.
          Artinya: Mencari menantu harus sepadan. 
ِ 

PERIBAHASA DENGAN KATA "ANJING"

__________________________________________________________

#83. Bagai anjing menyalak di ekor gajah.
          Artinya: Si lemah hendak melawan orang berkuasa, tentu saja kalah. 

#84. Anjing mengulangi bangkai.
         Artinya: Mengulangi perbuatan yang tak patut.

#85. Angin ditepuk menjungkit ekor.
          Orang yang tiada berbudi bila dihormati sombong. 

#86. Anjing galak, babi berani.
         Sama-sama berani.

#87. Anjing itu meski dirantai dengan rantai emas sekalipun, niscaya berulang
         ulang juga ke tempat najis.
         Orang yang bertabiat jahat, sekalipun dinasehati atau disenangkan tak akan berubah 
         kelakuannya. 

#88. Bagai anjing beranak enam.
          Sangat kurus tubuhnya.

#89. Bagai anjing tersepit pagar.
          Orang yang tidak pernah tahu membalas budi orang yang menolongnya, malahan 
          membuat sakit hatinya. 

#90. Seperti anjing beroleh bangkai.
         Seorang yang rakus dengan mudah mendapatkan suatu benda. 

#91. Seperti anjing berebut tulang. 
         Orang yang tamak dalam perebutan mencari rezeki.

#92. Seperti anjing bercawat ekor.
         Orang yang pergi karena malu. 

#93. Seperti anjing dengan kucing. 
         Tidak pernah rukun. 

#94. Seperti anjing kepala busuk.
         Orang yang dikenal jahat, kemanapun ia pergi dan dimanapu ia berada pasti akan
         selalu dihinakan orang. 

#95. Seperti anjing terpanggang ekor.
          Mendapat kesusahan yang teramat sangat sehingga tidak karuan tingkahnya.

#96. Seperti disalah anjing bertuah.
          Tidak dapat ditangguhkan/ditunda lagi. 


ANJUNG

______________________________________________________________ 
#97. Sudah dianjung, diantakan (dihempaskan)
         Sudah diangkat dihina pula.


ANTAH

_______________________________________________________________ 

#98.  Antah berkumpul dengan antah, beras bersama beras.
          Setiap orang selalu mencari orang yang sederajat.

#99. Dipilih antah satu-satu.
         Dipilih atau diperiksa dengan seksama. 

#100. Tidak tahu antah terkunyah.
            Tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut. 

#101. Tiada berpisah antah dan beras.
           Tiada tentu lawan atau kawan.

#102. Disisih sebagai antah.
           Tidak boleh ikut campur. 


ANTAN

______________________________________________________________

#103. Antan patah lesung hilang.
           Tertimpa berbagai musibah atau kemalangan.

#104. Seperti antan pencungkil duri.
           Melakukan hal yang sia-sia. 

#105. Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar.
           Tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. 

#106. Dekat tak tercapai, jauh tak antara. 
            Sesuatu yang dekat tetapi tidak bisa diambil karena tiada upaya.


ASAP

______________________________________________________________ 

#107. Bagai api dengan asap.
           Persahabatan yang sangat erat.

#108. Bersuluh menjumput api.
            Bertanya sesuatu yang sudah diketahui. 

#109. Kalau tak api masakan ada asap.
           Perbuatan asap akhirnya tersiar juga. 

#110. Meletakan api di bubungan.
           Sengaja mencari bahaya. 

#111. Seperti api dalam sekam.
          Hal-hal yang tidak baik yang tidak tampak. 

#112. Seperti api makan lalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
          Orang yang lemah tidak berdaya menolak bencana yang menimpanya. 


APUNG

______________________________________________________________ 

#113. Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
           Sehidup semati, senasib sepenanggungan. 

#114. Terapung tak hanyut, terendam tak basah.
           Belum tentu kesudahannya. 


ARA

_____________________________________________________________ 

#115. Menantikan ara tak bergetah.
          Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terpenuhi. 

#116. Searah bertukar jalan.
          Sama maksudtnya tetapi berlainan cara mencapainya.

#117. Berarak tidak berlari.
          Melakukan sesuatu sebagaimana mestinya.


PERIBAHASA DENGAN KATA " ARANG"

_____________________________________________________________

#118. Menghapus arang di muka.
           Menghilangkan malu. 

#119. Tercoreng arang di dahi. 
           Mendapat malu. 

#120. Terpijak arang hitam tampak.
           Orang yang berbuat jahat pasti akan mendapat halangan. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAL"

______________________________________________________________

#121. Asal ayam pulang ke lumbung, asal itik pulang ke pelimbahan. 
          Tabit orang yang tidak akan berubah. 

#122. Usul menunjukan asal.
            Kelakuan (budi bahasa) orang menunjukan asal keturunannya. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAM"

_______________________________________________________________


#123. Garam di laut asam digunung, bertemu dalam belanga. 
           Laki-laki dan perempuan kalau sudah jodoh bertemu juga. 

#124. Kelihatan asam kelatnya.
           Kelihatan sifat-sifatnya yang kurang baik. 

#125. Sudah seasam segaramnya.
            Sudah tidak ada celanya (tentang pekerjaan, perbuatan)

#126. Tahu asam garamnya.
            Tahu seluk beluknya (baik buruknya)


PERIBAHASA DENGAN KATA "ASAP"

_______________________________________________________________

 #127. Belum dipanjat asap kemenyan.
           Belum kawin. 

#128. Dari asa nasi saja.
           Mengakukan milik (kepunyaan orang lain).

#129. Menggantang asap, mengukir langit.
           Melakukan perbuatan sia-sia atau berangan-angan yang hampa belaka. 


ASING

_______________________________________________________________ 

#130. Asing lubuk, asing ikannya. 
          Lain daerah, lain adatnya. 

#131. Asing maksud, asing sampai. 
          Tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

#132. Atap rumbia perabung upih. 
           Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk. 

#133. Aur ditanam, betung tumbuh.  
           Mendapat untung (laba) yang banyak. 

#134. Seperti aur dengan rebung.
          Sangat karib tentang persahabatannya. 

#135. Seperti aur dengan tebing.
           Saling menolong, tunjang menunjang. 

#136. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya.
           Kita yang bersusah payang, orang lain yang mendapat keuntungan.

#137. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai berjungkat.
          Untuk menutupi kesalahannya, dicari alasan pada orang lain. 


PERIBAHASA DENGAN KATA "AYAM"

_______________________________________________________________ 

#138. Ayam bertelur di atas padi.
           Hidup dalam kesenangan dan kemewahan. 

#139. Ayam bertelur di padi mati kelaparan.
           Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar. 

#140. Ayam berkokok, hari siang.
           Sudah ada tanda yang pasti.

#141. Ayam ditambat disambar elang.
          Malang sekali, bernasib buruk. 

#142. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun, 
          ke hutan juga perginya.
          Betapapun senangnya dan bahagianya di perantauan, negeri asal kita tak 
          mudah dilupakan.  

#143. Ayam hitam terbang malam, hingga ke rimba dalam, bertali ijuk
          bertambang tanduk. 
          Sukar ketahuan (tentang perkara atau sebagainya).

#144. Ayam itik raja pada tempatnya.
           Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.

#145. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang
          bertambah tulang. 
           Mudah ketahuan.

#146. Bagai ayam dimakan tungau.
           Tidak sehat badannya, lagi kurus dan pucat wajahnya. 

#147. Menerka ayam di dalam telur.
           Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan. 

#148. Seperti anak ayam kehilangan induk.
           Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya. 

#149. Seperti musang berbulu ayam. 
           Pura-pura berbuat baik untuk menyembunyikan kesalahannya.  


                                  Sekian dan Terima Kasih. Semoga Bermanfaat.