Rabu, 16 November 2016

Pengertian dari Peribahasa

Pengertian dari Peribahasa
Pengertian dari Peribahasa

Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat kiasan yang tetap susunanya dan biasanya menghiasakan suatu maksud yang mengandung unsur makna tersembunyi. 
Peribahasa juga merupakan ungkapan yang terbuat dari kalimat ringkas dan padat, yang berisikan perbandingan, perumpamaan, sindiran dan nasehat.

Peribahasa terdiri dari dua kalimat. Kalimat pertama merupakan kiasan, sedangkan yang kedua adalah artinya.

Yang termasuk dalam peribahasa adalah : bidal, uangkapan, dan perumpamaan.
-Bidal adalah pepatah, atau peribahasa, yang mengandung nasehat, peringatan, atau sindiran.
-ungkapan adalah gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggotanya.
-perumpamaan adalah kalimat yang berisikan perbandingan.

Kumpulan-Kumpulan Peribahasa :

Ada gula ada semut :
Dimana ada rezeki, disitu banyak orang yang mendatangi

Air besar batu bersibak:
Bila ada bahaya, orang akan mencari dan bersatu dengan kaumnya, bangsanya, dan golongannya ataupun kelompoknya.

Aib di tebus dengan aib:
Bila kita di permalukan orang, akan di balas dengan hal sama atau seimbang

Ada uang abang sayang, tak ada uang abang di tendang:
Cinta seorang perempuan yang tidak sepenuh hati, cintanya hanya uang atau harta.

Ada air ada ikan:
Dimana pun kita berada, niscaya ada rezeki

Ada asap ada api:
Ada akibat tentu ada sebab

Ada udang di balik batu:
Ada maksud tertentu yang tersembunyi

Ada hujan ada panas:
Ada baik ada buruk. Ada susas ada senang

Asal ada kecil pun ada:
Jika tidak ada rezeki banyak, yang sedikit pun boleh juga

Adat hidup tolong menolong:
Dalam kehidupan itu saling tolong menolong adalah biasa, tiada orang yang mampu hidup sendiri sebab setiap orang saling membutuhka.

Adu domba:
Menghasut orang berselisih, bertengkar, berkelahi, ataupun berperang.

Air beriak tanda tak dalam:
Pada umumnya, orang yang banyak cakap biasanya bodoh.

Air laut asin sendiri:
Ejekan untuk orang yang memuji diri sendiri

Air jernih ikannya jinak:
Di negri yang makmur, rakyatnya hidup tentram

Air susu di balas dengan air tuba:
Kebaikan di balas dengan kejahatan

Air tenang menghanyutkan:
Orang pendiam biasanya banyak pengetahuan

Anak baik menantu molek:
Mendapat keuntungan yang berlipat ganda

Angan-angan mengikat tubuh:
Harapan yang percuma keinginan yang tak mungkin tercapai

Belum dapat sudah di abun:
Belum di peroleh tetapi bertingkah laku seolah olah sudah memiliki

Mengabui mata orang:
Orang yang suka memperdayai dan menipu orang lain

Lubuk akal tepian ilmu:
Orang pandai tempat bertanya

Menjadi alas bubur:
Hinaan yang di sebabkan oleh perbuatan dan perkataanya sendiri

Tiada rotan akar pun jadi
Bila tidak mendapatkan sesuatu yang berguna, yang tidak bergunapun bisa dipakai

Anggap angin lalu:
Peristiwa yang sudak terlupakan

Di atas angin:
Kelebihan yang di miliki sesorang yang mendapatkan kemenanagan pada suatu permaslahan

Kabar angin:
Berita yang belum jelas

Bagai api dan dan asap:
Persahabatan yang tidak pernah terpisahkan

Jauh panggang api:
Jawaban yang salah pada suatu keputusan yang di keluarkan secara tidak benar

Tak ada asap jika tak ada api:
Tak ada mungkin ada kabar jika tidak ada sumbernya

Muka badak :
Orang yang tidak memiliki rasa malu

Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya:
Besar penghasilan besar juga pengeluarannya

Dari bahasa di kenal bangsa:
Dari tutur kata dan tingkah laku, menunjukann siapa orang itu.

Bahu membahu:
Saling tolong menolong

Di bakar tak berapi:
Menaruh cinta yang tak sebenarnya

Membangunkan ular tidur:
Mencari masalah dengan sengaja

Mandi tak basah:
Pekerjaan yang tidak pernah terselesaikan

Tertangkap basah:
Kepergok sedang melakukan tindakan yang tidak terpuji

Tiada tahu basa basi:
Tidak tahu sopan santun

Besar bungkus tak berisi:
Orang yang banyak bicara biasanya bodoh

Kecil-kecil cabe rawit:
Walapun kecil, tapi sangat pemberani

Hati yang bercabang :
Mendua atau tidak tetap

Berkelahi dalam mimpi:
Berlelah-lelah dengan sia-sia

Malu-malu kucing:
Pura-pura butuh padahal sangat menginginkan

Mandi air kembang:
Berusaha membersihkan nama baiknya yang sudah tercemar

Seperti anjing dan kucing :
Selalu bermusuhan

Menghendaki tanduk kuda :
Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin

Bagai ayam kinantan :
Orang yang masih muda berani dan mempunyai wajah tampan

Bagai kepiting batu :
Orang kaya tapi kikir

Bagaikan kepiting jalan :
Orang cacat yang sedang berjalan

Bagai kera di beri kaca :
Mendapat sesuatu yang tidak dapat di gunakannya

Berkayuh sampai ke hilir :
Mengerjakan pekerjaan haruslah sampai tuntas

Tidak kekal bunga di karang :
Suatu kebahagiaan pasti ada akhirnya

Seperti embun di daun keladi :
Orang yang tidak mempunyai pendirian teguh

Sekian dan Terima Kasih.