Senin, 08 Mei 2017

Peribahasa berawalan Huruf H

http://kumpulanperibahasaterbaik.blogspot.com/
Peribahasa berawalan Huruf H - Melanjutkan kumpulan peribahasa Indonesia yang sudah saya tuliskan untuk sahabat pada postingan kemarin, maka pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan untuk menuliskan kumpulan peribahasa Indonesia berawalan huruf H.

Demi melengkapi dan menjaga keutuhan peribahasa-peribahasa yang kita miliki di Indonesia kita patut tahu dan mengerti peribahasa apa saja sih yang ada di Indonesia khususnya yang berawalan huruf H, oleh karena itu langsung saja anda bisa memabacanya di bawah ini.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf H
  • Habis minyak sepasu, ekor anjing takkan lurus : Orang yang perangainya buruk dan tidak dapat dirubah
  • Habis manis sepah dibuang : Di buang setelah tidak terpakai lagi
  • Habis kapak berganti beliung : Orang yang sangat rajin melakukan pekerjaan
  • Habis cupak oleh pelelehan : Adat yang dilanggar maka lama kelamaan akan hilang
  • Habis belalur, maka beralu-alu : Perundingan yang berakhir dengan jalan kekerasan
  • Habis adat dengan kerelaan, hilang adat tegal mufakat : Adat lama boleh tidak dituruti asal ada mufakat
  • Habis perkara, nasi sudah menjadi bubur : Tidak ada gunanya lagi dibicarakan kembali
  • Hafal kaji karena diulang, pasar jalan karena ditempuh : Semua pekerjaan akan lancar jika dilakukan berulang kali
  • Hampa beras menjadi sekam : Sifat mubadzir
  • Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua : Orang yang berbudi baik akan selalu dikenang meski telah tiada
  • Hangat-hangat tahi ayam : Kemauan yang tidak tetap
  • Hangus tiada berapi, karam tiada berair ; menderita kesusahan
  • Hanyut dipintasi, lulus diselami, hilang dicari : Menolong orang saat kesusahan
  • Harimau mati karena belangnya : Mendapat kecelakaan karena terlalu mementingkan diri
  • Harimau ditakuti karena giginya : Orang besar yang ditakuti karena pangkatnya
  • Hari guruh takan hujan : Orang yang sangat marah tak akan memukul
  • Harapan guntur di langit, air di tempayan di curahkan : Terlalu berharap yang belum pasti
  • Harapan burung terbang tinggi, punai di tangan di lepaskan ; Harapan yang di sia-siakan
  • Harap pada yang ada, cemas pada yang tidak ada : Orang yang tidak memiliki kesabaran
  • Harap akan anak buta mata sebelah, harap akan teman buta mata keduanya ; Percaya pada anak sendiri bisa jadi akan tertipu di bandingkan percaya kepada teman
  • Hati bagai baling-baling : Orang yang tidak teguh pendiriannya
  • Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai : Ingin mencapai sesuatu sayangnya itu hanya mimpi semata
  • Harum seperti malaikat lalu : Sangat harum
  • Hari pagi dikejar-kejar, hari petang dibuang-buang : Selagi waktu masih banyak tidak dimanfaatkan, selagi waktu sedikit dimanfaatkan
  • Harimau mengaung takkan menangkap : Orang yang mengancam terlebih dahulu biasanya tidak berbahaya
  • Harimau mati meninggalkan belang : Orang yang berjasa akan selalu dikenang
  • Hempas tulang tak terbalas jasa : Bekerja keras tapi tidak menghasilkan apa-apa
  • Hempas tulang berisi perut : Rajin bekerja akan mendapatkan rizki
  • Hemat pangkal Kaya : Orang yang hemat cenderung akan kaya
  • Hawa pantang kerendahan, nafsu pantang kekurangan : Tidak mau kalah dengan orang lain
  • Hati kubang beringin gantinya : Anak yang sudah dewasa mengganti kedudukan orang tuanya
  • Hati gatal, mata digaruk : Sangat ingin tetapi tidak berusaha
  • Hati gajah sama dilapah, hati tungau sama dicacah : Hasil yang diperoleh dibagi rata
  • Hendak ulam, pucuk menjulai sangat beruntung : Mendapatkan sesuatu yang lebih dari yang diharapkan
  • Hendak seribu daya tak hendak seribu dalih : Dimana ada kemauan disitu ada jalan
  • Hendak menangguk ikan, tertangguk pada batang : Berharap untung malah rugi
  • Hendak meluruskan ekor anjing : Orang yang berperangai jahat akan sulit mengubahnya
  • Hendak kaya berdikit-dikit, hendak tuah bertabur urai, hendak berani berlawan ramai : Menyelesaikan perkara dengan adil
  • Hendak hinggap tiada berkaki : Ingin berbuat sesuatu tetapi tidak mempunyai alat
  • Hendak damai dilawan damai, hendak perang giling peluru : Berdamai atau Berkelahi
  • Hendak air pancuran terbit : Sesuatu diperoleh lebih dari yang diharapkan
  • Hidup di ujung gurung orang : Orang melarat
  • Hidup di kandung adat, mati dikandung tanah : Orang yang harus mentaati adat istiadat daerahnya
  • Hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong : Orang yang tidak ikut andil dalam suatu pekerjaan akan susah
  • Hidung seperti dasun tunggal : Bentuk hidung yang bagus
  • Hidung laksana kuntum seroja, dada seperti mawar merekah : Orang yang memuji keelokan hidung dan dada perempuan
  • Hidung dicium, pipi digigit : Kasih sayang semu
  • Hidup tidak karena do’a, mati tidak karena sumpah : Orang harus berusaha dengan sendirinya tidak bergantung pada orang lain
  • Hidup seperti umang-umang : Kehidupan yang sangat miskin
  • Hidup seperti anjing dan kucing : Tidak akur
  • Hidup sandar menyandar umpama aur dengan tebing : Perihal orang yang mencintai dengan tulus
  • Hidup kayu berbuah, hidup manusia biar berjasa : Selagi hidup berbuat baiklah untuk diri sendiri dan masyarakat
  • Hidup enggan mati tak mau : Sangat menderita
  • Hidup dua muara : Dua mata penceharian
  • Hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya : Hilang, lenyap tak berbekas
  • Hilang tak bercari, lulus tak terselami : Tidak dipedulikan lagi
  • Hilang satu sepuluh gantinya : Jangan mudah putus asa
  • Hilang geli oleh gelitik, hilang bisa oleh biasa : Awal yang tidak biasa tetapi lama kelamaan terbiasa
  • Hilang di mata di hati jangan : Jangan saling melupakan
  • Hilang dicari, terapung direnangi, terbenam diselami : Perkara yang tersembunyi
  • Hidup tolong menolong, sandar menyandar : Orang hidup harus saling membantu
  • Hitam-hitam kereta api, putih-putih kapur sirih : Yang indah rupawan adakalanya tidak berharga
  • Hitam-hitam gula jawa : Hitam tetapi manis
  • Hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam : Tidak mengatakan kebenarannya
  • Hitam diatas putih : Secara tertulis
  • Hitam bagai pantat belanga : Sangat buruk
  • Hilir malam mudik tak singgah, daun nipah dikatakan daun abu : Merasa malu karena berhutang budi
  • Hujan berpohon, panas berasal : Segala sesuatu kejadian pasti ada sebabnya
  • Hujan berbalik ke langit : Orang berkuasa meminta tolong kepada orang lemah
  • Hitam tahan tempa, putih tahan sesah : Tetap, tidak berubah
  • Hitam sebagai kuali : Sangat hitam
  • Hitam seperti dawat : Hitam mengkilat
  • Hitam mata itu mana boleh bercerai dengan putihnya : Orang yang sedang bercinta tidak mudah dipisahkan
  • Hitam-hitam tahi minyak dimakan juga, putih-putih ampas kelapa dibuang : Barang tak terpakai masih berguna, barang berguna tapi tak terpakai
  • Hulu mujur pandai bertenggang hulu baik pandai memakai : Pandai bergaul
  • Hulu malang pangkal celaka : Asal mula kesialan
  • Hujan turun, kambing lari : Habis cerita, usai
  • Hujan tak sekali jatuh, simapi tak sekali erat : Kerja harus bertahap
  • Hujan menimpa bumi : Tidak dapat melepaskan diri dari perintah
  • Hujan jatuh ke pasir : Kebaikan yang tidak terbalas
  • Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri : Sebaik-baiknya hidup di negeri orang tidak sebaik hidup di negeri sendiri

Akhirnya selesai sudah saya menuliskan kumpulan peribahasa Indonesia berawalan huruf H, semoga dengan adanya kumpulan peribahasa dan pepatah ini kita dapat belajar sesuatu arti di dalamnya dan juga mencintai kebudayaan berbahasa yang semestinya kita jaga dengan baik. Akhir kata saya ucapkan terima kasih sudah membaca peribahasa Indonesia ini. Salam Satu Bahasa!